Kelompok Simpan Pinjam Warga Sejahtera

Menuju Koperasi Berbadan Hukum

Dipaksa Beli Buku Pelajaran

24-07-2009 15:38 WIB
Ortu SDN Karangasem Barat 01 Ngaku Dipaksa Beli Buku-Radar Bogor

CITEUREUP – Target pencapaian Wajardikdas 2010 dan Sekolah Gratis di Provinsi Jawa Barat rupanya hanya slogan saja. Beberapa sekolah di Kabupaten Bogor masih menerapkan bisnis sekolah. Setidaknya hal ini dirasakan orangtua siswa di SDN Karangasem Barat 01, Kecamatan Citeureup.

Para orangtua siswa ini mengeluhkan sekolah yang mewajibkan membeli sepuluh buku paket dengan harga tinggi. Kesepuluh buku paket itu yakni buku mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Sunda, PPKN, IPA, IPS, Matematika, Seni Budaya Keterampilan dan Agama.

Harga satu paket buku ditambah lembar kerja siswa (LKS) untuk kelas tiga saja dikisar mencapai Rp280 ribu. Itu pun tak bisa diangsur. “Bagi yang mampu, mengeluarkan uang sebesar itu tak masalah. Tapi bagi kami (yang tak mampu) hal itu sangat berat,” kata salah orangtua siswa yang namanya enggan dikorankan, kemarin.

Sekolah mewajibkan orangtua siswa membeli buku di toko foto kopi yang ditunjuk. Alasannya, agar buku yang akan digunakan seragam dengan penerbit yang sama.

Dengan diwajibkannya membeli seluruh buku paket itu, ia mempertanyakan dana bantuan operasional siswa (BOS) buku.

Sepengetahuannya, buku yang masuk dalam BOS buku itu hanya ada tiga yakni buku IPA, IPS dan Matematika. “Saya nggak ngerti. Tapi, walaupun diwajibkan beli buku, kami minta keringanannya untuk dicicil,” tambahnya.

Kepala SDN Karangasem 01 ST Permanataty membantah keras bila sekolahnya mewajibkan membeli buku kepada siswanya. Ia mengaku sekolah yang ia pimpin memiliki inventaris buku paket dari dana BOS.

“Bila jumlah buku BOS sama dengan jumlah siswa, buku itu boleh dibawa pulang siswa dalam jangka waktu setahun. Ini agar tahun berikutnya bisa dipakai oleh adik kelasnya,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Ia menambahkan, inventaris buku yang diterima sekolahnya dari dana BOS hanya ada beberapa macam. misalnya untuk kelas empat ada tiga buku, Matematika, IPA dan IPS. “Saya selalu katakan kepada orangtua bahwa kita tak menjual ataupun mengoordinir pembelian buku. Semua itu tak benar,” katanya.

Sementara itu, Ketua komisi D DPRD Kabupaten Bogor Arief Munadar sangat menyayangkan bila masih ada sekolah yang sengaja menjual buku untuk mencari keuntungan. “Prinsipnya dengan sekolah gratis, SD dan SMP tak ada peluang untuk memungut biaya dari siswa kecuali atas kesepakatan antara komite dan orangtua siswa,” katanya. Bila belum ada kesepakatan, lanjut politisi dari PKS ini jelas itu melanggar.

Selanjutnya mengenai istilah sekolah gratis, ia meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) agar menjelaskan kepada masyarakat. Sehingga, tak ada lagi kesimpangsiuran. Karena, sampai saat ini tak ada juknisnya. (sal)

Juli 24, 2009 - Posted by | 1

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: