Kelompok Simpan Pinjam Warga Sejahtera

Menuju Koperasi Berbadan Hukum

Belum Bayar Uang Perpisahan, Siswa Diusir dari Sekolah

Pikiran Rakyat
Rabu, 10 Juni 2009 , 20:06:00

BOGOR, (PRLM).- Seorang siswa kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pembangunan, di Jln. Padjajaran, Kota Bogor, dikeluarkan dari ruangan kelas oleh pihak sekolah, Rabu (10/6). Insiden yang dialami Reza ini lantaran belum membayar uang perpisahan sebesar Rp25.000,-

Belakangan diketahui, kondisi ekonomi keluarga Reza sangat minim, dan masuk dalam kategori keluarga tidak mampu. Setelah diminta keluar oleh gurunya, Reza langsung pulang dan memberitahukan peristiwa pengusiran yang dialaminya kepada orang tuanya.

Reza sendiri mengaku dirinya dipaksa untuk keluar ruangan oleh guru atas perintah kepala sekolah. Padahal saat itu dirinya tengah menyelesaikan soal ulangan semester yang sudah dijalaninya, sejak Senin (8/5) lalu.

Yang membuat dirinya sedih, cerita Reza, bukan saja dikeluarkan dari ruangan, tapi dirinya merasa telah dipermalukan. Sebelumnya dia keluar dari ruangan kelasnya, gurunya menceritakan alasan dirinya harus keluar dari ruangan, yakni dirinya belum membayar uang perpisahan bagi anak kelas 12 yang lulus ujian, di hadapan para siswa lainnya.

“Saya memang orang tidak mampu, tapi jangan begitu. Saya malu. Semua teman saya sekarang tahu kalau saya orang miskin. Tadi di jalan saya nangis, karena saya malu dan saya sakit hati,” kenang Reza, saat ditemui di rumahnya, di Jln. Baru, Kec. Tanahsareal, Kota Bogor.

Peristiwa yang dialami Reza, diakui kebenarannya oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah SMK Pembangunan, Fahruraji mengatakan memang ada pengusiran siswa dari ruang kelasnya. Tapi kilahnya, pengusiran itu bukan karena yang bersangkutan belum membayar uang perpisahan kakak kelasnya. Tapi karena alasan lain.

“Kami minta dia keluar bukan karena masalah uang perpisahan. Tapi kami bertindak begitu, karena dia tidak membawa orang tuanya untuk menghadap ke kami, terkait hal lain yakni beberapa persaratan yang belum ia penuhi. Kami takutnya, orang tuanya sudah memberikannya, tapi terpakai dan tidak dibayarkan,” tukas Fahruraji.

Juni 11, 2009 - Posted by | BERITA

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: