Kelompok Simpan Pinjam Warga Sejahtera

Menuju Koperasi Berbadan Hukum

Neo Liberal

Neo Liberal adalah suatu paham ekonomi dimana menolak campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian … !!! Doktrin neo-liberal… sebenernya  merupakan sempalan dari liberal… !!! Pendapat kaum liberal/(Ekonom Klasik (terinspirasi oleh laissez-faire, bahasa perancis red.),… berpendapat bahwa private enterprise economy akan mencapai tingkat efisiensi yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi akan tercapai lebih besar jika Pemerintah tidak campur tangan dalam urusan Ekonomi, Ekonomi sepenuhnya diserahkan pada bekerjanya mekanisme penawaran dan permintaan (Supply dan Demand). Hal ini sangat bertolak belakang dengan centrally planned economy yang banyak diterapkan pada Negara-negara Komunis. Dimasa awal pemerintahan RI pada era Presiden Soekarno, Indonesia juga menerapkan Ekonomi Model Terpimpin yang menyebabkan kebangkrutan ekonomi.

Pada masanya, paham liberal ini memang menjadi pegangan, Adam Smith, John Locke, David Hume dll adalah ekonom yang menelurkan dan menerapkan paham ini. Namun sejak terjadinya Depressi besar (Great Depretion) di Amerika ternyata konsep liberal ini mulai ditinggalkan.  Kemudian berkembanglah theory Neo Klasik yang digagas oleh John Maynard Keynes yang bisa mengatasi kegagalan dari paham liberal ini.  Intinya adalah pemerintah harus turun tangan melalui kebijakan Fiskal ((APBN) dan kebijakan Moneter ( tingkat suku bunga, jumlah uang beredar)

Namun dengan berjalannya waktu, terjadilah krisis minyak pada th 1970 yang mendorong munculnya paham neoliberal dimana kaum Moneteris ( Ekonom Moneter) yang dipelopori oleh Miltron Friedman mempengaruhi kebijakan-kebijakan ekonomi Amerika sehingga mampu memompa ekonomi dunia sampai krisis Global tahun 2009 ini terjadi. Pada masa ini dicirikan dengan tingginya tingkat spekulasi yang terjadi di Pasar Uang, Modal dan Sektor Riel (Property).

Bagaimana dengan Indonesia sekarang, Paham Neoliberal sangat menentang kebijakan pemerintah tentang upah,  upah buruh diserahkan  pada para pengusaha dan buruh, tentunya paham ini tidak diterapkan di Indonesia karena sampai sekarang  ada yang namanya Upah Minimum Regional (UMR).Kaum Neoliberal tidak setuju pemerintah punya perusahaan, menurut mereka semua perusahaan ini kudu diprivatisasi tapi buktinya PLN, PAM, dan masih banyak perusahaan negara lain… masih bercokol di Indonesia …!!!

Interest rate (suku bunga) menurut mereka dipasrahkan saja ke market, tapi nyatanya BI Rate yang diterapkan adalah contoh campur tangan pihak pemerintah dalam mempengaruhi interest rate di pasar. Demikian pula di Indonesia… banyak badan diluar private sector yang membuat kebijakan plus pengawasan… !!! Ada KPPU, BULOG… dan badan-badan lainnya… !!!

Kritik terhadap  Ekonomi Pasar.

Joseph Stiglitz yang menjadi acuan para ekonom seperti drajat wibowo mengomentari tentang masalah-masalah ketidakseimbangan informasi dan kejahatan moral seperti derivatif , executive stock options, insurance markets, dan hutang negara-negara berkembang.

Joseph E Stiglitz  menyatakan, informasi takkan pernah menyebar dengan sempurna, dan pasar takkan selalu berjalan sempurna, Ia yakin tanpa intervensi pemerintah, regulasi atau perangkat hukum yang baik, dan pengawasan yang ketat, pasar akan mengarah pada inefisiensi. Ia juga  mengkritik para akuntan dan CEO bank investasi yang tidak bekerja efisien. Selain melakukan kesalahan alokasi, mereka juga menggelembungkan aset. Cepat atau lambat, gelembung itu akan pecah dan terjadilah resesi ekonomi. Gelembung finansial itu kini pecah. Peringatan Stiglitz pun terbukti. Investasi yang berlebihan pada produk derivatif membuat perusahaan finansial kolaps. Gejolak harga minyak serta berbagai komoditas pertambangan dan perkebunan dipicu ulah perusahaan finansial. Harga pasar tak lagi merujuk pada nilai fisik barang, melainkan pada harga akan datang yang memang sarat spekulasi. Berkat penggelembungan aset dan kepiawaian meyakinkan nasabah, berbagai perusahaan investasi berhasil menghimpun dana dalam jumlah besar.

Dari Kebijakan-kebijakan Pemerintah Selama ini tampaknya Pemerintah menjalankan Kebijakan Mix Ekonomi dimana  ekonomi pasar dijalankan dengan pengaturan Pemerintah yang cukup besar melalui kebijakan Fiskal dan Moneter. Ekonomi pasar diperlukan menumbuhkan semangat dan kreativitas masyarakat untuk menghasilkan produk bermutu, paham tersebut juga akan memunculkan persaingan untuk menyajikan yang terbaik dan itu semua akan menguntungkan konsumen. Motif mencari keuntungan akan memaksa para pelaku meningkatkan efisiensi, sehingga konsumen akan mendapatkan barang dan jasa bermutu dengan tingkat harga lebih wajar. Kegagalan pasar bebas sama sekali tidak berarti pasar bebas tidak lagi diperlukan. Pasar bebas harus diterapkan, tapi ruang bagi pemerintah harus tetap ada agar pasar berjalan tertib, fair, dan tidak distortif.

Mei 20, 2009 - Posted by | BERITA

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: